Sabtu, 05 September 2009

PENDAPATAN KELUARGA SEBAGAI MODAL PENDIDIKAN ANAK DI DESA UTETOTO, KECAMATAN NANGARORO , KABUPATEN NAGEKEO .

PENDAPATAN KELUARGA SEBAGAI MODAL PENDIDIKAN ANAK DI DESA UTETOTO, KECAMATAN NANGARORO , KABUPATEN NAGEKEO .
OLEH: ROLAND BALY
BALYROLAND@YMAIL.COM

BAB I
PENDAHULUAN

Pembangunan pada dasarnya merupakan suatu proses yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang dilaksanakan melalui berbagai perubahan dan pembaharuahan . Dengan pembangunan itu pula kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat dari waktu ke waktu. Pelaksanaan program pembangunan selalu berorientasi pada upaya peningkatan taraf hidup masyarakat . Salah satu bentuk dalam meningkatkan taraf hidup adalah melalui peningkatan pendapatan keluarga . Kondisi ini menggambarkan bahwa pembangunan itu dilakukan oleh dan untuk masyarakat . Dengan demikian esensi penting yang menjadi sentaral perhatian adalah pembangunan masyarakat dalam upaya meningkatan pendapatan keluarga atau masyarakat .
Menyadari bahwa pendapatan masyarakat harus dicapai melalui suatu proses , maka kepada masyarakat dituntut untuk realistis dalam mengembangkan dan meningkatkan usaha perekonomiannya . Hal ini menunjukan bahwa pencapaian pendapatan masyarakat merupakan cermin dari semangat kerja keras masyarakat sebagai pelaku pembangunan .
Dalam rangka menuju proses tersebut, yang menjadi faktor penting adalah bagaimana masyarakat bisa mendayagunakan potensi sumber daya alam yang ada di daerahnya untuk bisa menghasilkan uang , barang atau jasa , sehingga dengan apa diperolehnya masyarakat bisa memanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya .
Taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat berkaitan erat dengan pemenuhan kebutuhan . Semakin banyak unsur-unsur kebutuhan yang dapat dipenuhi akan semakin meningkat kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat . Pada saat ini ukuran kemiskinan sebagai manifestasi dari taraf hidup dan kesejahteraan yang rendah tidak hanya dilihat dari pendapatan , melainkan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan .
Atas dasar pemikiran tersebut di atas , maka usaha pembangunan tidak lain adalah suatu proses untuk memberikan dan menciptakan semakin banyak kesempatan atau peluang pada masyarakat guna memenuhi kebutuhan hidupnya . Salah satu kebutuhan yang sangat mendasar dan harus dipenuhi oleh setiap manusia adalah kebutuhan untuk mendapatkan pendidikan . Oleh karena itu , pendidikan merupakan suatu upayah dalam meningkatkan suber daya manusia yang berkualitas dan mandiri .
Kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan keluarga sangat tergantung pada tingkat pendapatan masyarakat . Fenomena seperti ini mempengaruhi kemampuan orang tua dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan . Sebab diketahui bahwa bidang pendidikan itu sangat penting dalam kehidupan , artinya bahwa pendidikan dimaksud untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia serta kualitas SDM Indonesia yang cakupannya untuk memperoleh pendidikan termasuk di daerah . Hal ini disadari karena daerah pedesaan dan seluruh sumber daya alam di dalamnya merupakan basis dari proses pembangunan nasional . Dengan demikian maka keberhasilan suatu pembangunan tergantung pada mutu SDM selaku lokomotif yang menggerakkan pelaksanaan pembangunan . Bertolak dari konsep pembangunan seperti ini maka penulis merasa terdorong untuk mengetahui dan mengkaji tingkat pendidikan masyarakat Utetoto ditinjau dari tingkat pendapatan keluarga atau masyarakat guna mendukung pelaksanaan pembangunan menuju terciptanya SDM yang berkualitas dan mandiri serta menguasi dan memanfaatkan sumber daya alam (SDA) yang ada untuk kesejahteraan hidupnya .
Fenomena di atas merupakan suatu proses yang dapat memberikan kesempurnaan kepada manusia sebagai anggota masyarakat dan secara nyata perlu dicerminkan dalam peningkatan pendapatan keluarga atau masyarakat , peningkatan kesempatan kerja , dan hasil lainnya , yang semuanya hasil nyata dari upaya masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan termasuk upaya pemberdayaan masyarakat melalui suatu proses pendidikan .
Sumber daya alam pada masyarakat Utetoto dianggap sangat potensial , tetapi mutu sumber daya manusianya kurang memiliki kemampuan untuk menggali , mengelola dan memanfaatkan potensi tersebut bagi peningkatan kesejahteraan . Hal lain yang perlu diketahui bahwa pengetahuan yang terbatas , kurangnya etos kerja dan alat kebiasaan yang bersifat konsumtif dari pada produktif .
Hal ini akan mempengaruhi pendapatan keluarga yang kurang maksimal sehingga berpengaruh pada pendidikan anak . Fakta real membuktikan bahwa banyak anak - anak yang putus sekolahnya dan juga masih cukup banyak anak-anak yang tidak sekolah oleh karena keterbatasan pendapatan orang tua .
Dasar - dasar pemikiran di atas menjadi landasan bagi penulisan dalam mengangkat dan mengkaji permasalahan ini dengan judul ; PENDAPATAN KELUARGA SEBAGAI MODAL PENDIDIKAN ANAK DI DESA UTETOTO, KECAMATAN NANGARORO , KABUPATEN NAGEKEO .

BAB II
TINJAUAN PUSATAKA

Pada bab ini penulis melihat bahwa ada dua variabel penting yang harus dibahas dalam memecahkan permasalahan ini yakni ;
2.1 Pendapatan Keluarga
2.1.1 Pengertian Pendapatan
Trisusanto , menyatakan bahwa pendapatan adalah hasil usaha atau Produksi Barang dan Jasa yang dihasilkan dalam jangka waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan hidup .
Dari pendapat di atas dapat dikatakan bahwa pendapatan atau penghasilan merupakan bentuk penerimaan yang diperoleh sebagai imbalan atau balas jasa atas sumbangan seseorang terhadap proses produksi . Hasil dari usaha yang diperoleh tersebut dapat berupa barang atau imbalan jasa dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari agar dapat meningkatkan kesejahteraan hidup keluarga atau masyarakat .
Labih lanjut Michael , mengemukakan bahwa tujuan pembangunan pertanian dan pembangunan Desa dalam progresif tingkat hidup di pedesaan dapat meningkatkan pendapatan petani kecil , meningkatkan out-put dan produktivitas , maka yang paling penting adalah meneliti sumber-sumber prinsipiil tentang kemajuan pertanian dan kondisi dasar yang esensial dalam usaha mencapai kemajuan, hal-hal ini sudah pasti saling berhubungan dan kait mengait satu sama lain .
Konsep pemikiran di atas memberi isyarat bahwa pelaksanaan pembangunan yang berorientasi pada upaya peningkatan pendapatan dan produktivitas keluarga atau masyarkat harus dilihat dari esensi yang paling mendasar , yang ditekankan dalam esensi pembangunan adalah keterpaduan , keserasihan , keseimbangan dan kebulatan yang utuh dalam melaksanakan seluruh aspek pembangunan . Karena pembangunan itu untuk manusia dan bukan sebaliknya manusia untuk pembangunan, maka meskipun pembangunan menduduki tempat utama dalam pembangunan sector lainnya , namun unsure manusia, unsur sosial budaya dan unsur lainnya selalu mendapat perhatian seimbang . Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan pada sektor yang satu tidak dapat dipisahkan dari unsur pembangunan pada sektor lainnya .
2.1.2 Sumber Pendapatan Keluarga
Dalam rangkaian program pembangunan nasional, sejak REPELITA I, pembangunan sektor pertanian menjadi tolok ukur bagi keberhasilan sektor lainya. Basis ini yang dapat menghidupkan program pembangunan adalah sumber daya-sumber daya yang ada di daerah pedesaan .
Dikatakan demikian karena daerah pedesaan menyimpang berbagai potensi andalan yang dapat mengerakkan pelaksanaan pembangunan nasional. Bersamaan dengan itu potensi dapat pula menghidupkan masyarakat tani yang ada dan berkiprah di desa tersebut .
Mubyarto, mengatakan bahwa keberhasilan sektor pertanian telah memberikan kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan bagi sebagian besar masyarakat pedesaan yang mempunyai sumber penghasilan dari pertanian antara lain melalui BIMAS dan intensifikasi lainnya. Pengendalian harga dan program peningkatan pendapatan petani kecil .
Pada initinya basis pelaksanaan pembangunan pedesaan secara umum dan Desa Utetoto Khususnya maliputi dua hal ; pertama , SDA yang tersedia dan kedua , SDM yang akan memanfaatkan SDA tersebut . Sumber daya alam memberikan kontrobusi bagi peningkatan pendapatan ekonomi yang telah , sementara dan akan diolah dan dikembangkan , selanjutnya diperuntukan manusia .
Sumber alam unggulan yang menjadi basis bagi peningkatan pendapatan keluarga antara lain ; kopi , kemiri , vanili , jambu mete , cacao dan cengkeh serta kelapa . selain itu hasil produksi pangan yang juga sebagai andalan utama dalam menopang kehidupan keluarga di Desa Utetoto antara lain , padi , jagung , kacang dan umbi-umbian . Hasil alam lainnya yang masih membutuhkan sentuhan tangan – tangan terampil masyarakat untuk selanjutnya dibudidayakan , dikembangkan dan dilestarikan antara lain ; bambu , jati putih , mahoni begitu pun rotan .
Potensi SDA yang begitu banyak merupakan asset untuk dapat mengembangkan dan memperluas lapangan kerja bagi masyarakat setempat . Sehingga dengan demikian setiap orang dipacu untuk lebih meningkatkan kemampuannya untuk lebih menghayati serta menjiwai etos kerja dalam menyiasati potensi SDA yang ada .
Mubyarto , menerangkan bahwa GBHN 1993 mununjukkan bahwa perluasan dan penataan dunia usaha perlu ditingkatkan dalam rangka menggairahkan kegiatan ekonomi , memperluas lapangan kerja dan kesempatan peningkatan pendapatan masyarakat secara lebih merata melalui kerja sama kemitraan antara koperasi , usaha Negara dan usaha swasta .
Seirama dengan pemikiran tesebut di atas , maka lebih lanjut Faisal , mangatakan bahwa struktur ekonomi akan lebih maju dan berkembang , mengarah ke penguatan yang semakin memperkukuh landasan bagi tumbuh dan berkembangnya sebagian besar aktor di dalam perekonomian . Artinya pertumbuhan ekonomi akan lebih merata dan dari segi pendapatan akan semakin baik , bahkan bias memperkukuh fondasi sosial dan karenanya kita bias terhindar dari system pengalokasian sumber daya ekonomi yang mengalir kebidang-bidang yang sangat tidak produktif dan tidak menopang penguatan struktur ekonomi masyarakat .
Dari kedua konsep pemikiran di atas menjadi dasar pijak bagi penulis untuk melihat realita kehidupan keluarga di Desa Utetoto dalam bentuk pola laku , pola pikir dan pola hubungan . Pola laku menunjuk pada etos kerja keluarga dalam mengali dan mengelola serta memanfaatkan potensi SDA yang ada, juga mencakupi tata krama dan tata pergaulan dalam kehidupan keluarga . Pola pikir menenkankan cara dan orientasi berpikir konstruktif yang ditandai dengan cara hidup hemat , sederhana dan mandiri . Pola hubungan menekankan pada sikap kesetiakawanan , membina hubungan kekerabatan dan kerelaan dalam menerima dan melayani sesama tanpa memilih-milih satu dengan yang lain begitu pula keakraban dengan lingkungan alam sekitarnya .

2.2 Peningkatan Pendidikan
2.2.1 Pengertian Pendidikan
Pendidikan diartikan sebagai proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang melalui upaya pengajaran dan latihan .
Dari batasan di atas dapat dikatakan bahwa pendidikan merupakan suatu langkah untuk membantu manusia kearah kedewasaan dan taraf kesempurnaan fisik , pshyckhis serta berusaha membina kesadaran akan kewajiban dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat , berbangsa dan bernegara .
Pendidikan harus memberi kesempatan pada imajinasi dan nurani untuk berkembang sesuai hukum alam dan tatanan moral yang mengatur perkembangan kepribadian manusia .
Dari pandangan di atas sebetulnya memberikan gambaran bahwa pendidikan manusia dapat memelihara kehidupan yang ada serta dapat mengembangkan kebudayaan yang dimilikinya disamping itu pendidikan juga dapat memenuhi kebutuhan manusia , oleh karena pendidikan , manusia dapat memiliki kepribadian yang artinya manusia hidup menurut norma hidup . Di samping itu juga pendidikan dikatakan berhasil apabila pendidikan mampu memberikan keleluasan untuk tumbuh kembangkan semangat kemanusiaan universal . Sehingga dunia ini tidak dinilai oleh pandangan-pandangan yang sempit yang mana akan merugikan orang lain dan kehidupan lainnya .
Pernyataan-pernyataan tersebut memberi gambaran bahwa proses pendidikan itu harus dijalankan dengan cara mandampingi , melayani , membimbing manusia sebagai individu dan kelompok agar sanggup dan mampu manjalankan tugas - tugas secara mandiri dan bertanggung jawab. Proses ini menitik beratkan pada prasarana-prasarana manusia yang bersifat mentalitas konstruktif dengan mempeluas pengetahuan , kecakapan , ketrampilan , disiplin yang tepat dan keuletan berusaha serta menciptakan kemungkinan - kemungkinan baru dalam menyalurkan kreativitasnya .
2.2.2 Jenis dan jenjang pendidikan
Berpedoman pada persepektif pola mentalitas manusia maka sebetulnya arti pokok dari peningkatan SDM adalah usaha yang serius untuk memperbaiki , membangun, menumbuhkan , dan manjadikan manusia lebih baik, lebih benar, dan lebih patuh . Itu berarti SDM adalah sumber – sumber dalam diri manusia yang memancarkan kekuatan – kekuatan tertentu , yang menentukan tingkah laku serta berperan penting bagi proses pengembangan diri manusia yang sama seturut gerak perubahan yang ada di lingkungan sekitarnya.
Hemat penulis , ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam upaya peningkatan SDM , di antaranya :
1. Jenis pendidikan yaitu
a. Pendidikan fomal adalah jenis pendidikan yang dimulai dari pendidikan dasar sampai ke perguruan tinggi .
b. Pendidikan informal adalah jenis pendidikan yang di luar pendidikan formal, seperti kursus , pelatihan – pelatihan .
2. Jenjang pendidikan yaitu tingkat pendidikan dimulai dari pedidikan dasar , menengah , sampai pendidikan tinggi , yang tamatan dikategorikan berkemampuan akademis sehingga kriterianya ijasah plus serta professional .
Fokus perhatian utama dalam tulisan ini adalah pendidikan formal yang dilalui berdasarkan jenjang atau tingkatannya pada masyarakat Utetoto .
2.2.3 Unsur – unsur pendidikan
2.2.3.1 Pendidik (Pembimbing)
Pendidik yang dimaksud di sini adalah guru atau orang tua yang memberikan bimbingan kepada anak yang dilaksanakan di sekolah atau di rumah dengan cara dan pada waktu tertentu .
2.2.3.2 Murid
Murid adalah anak yang menerima bimbingan dari guru atau orang tua yang bertanggungjawab terhadap perkembangan anak .
2.2.3.3 Lembaga pendidikan
Bimbingan diberikan oleh guru atau orang tua yang bertanggungjawab terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak , berlangsung pada suatu tempat atau lembaga pandidikan tertentu , yaitu sekolah .

2.2.3.4 Sarana pendidikan
Sarana pendidikan yang dimaksud di sini adalah :
1. Gedung sekolah
2. Buku dan alat tulis
3. Papan dan kapur tulis
4. Pakaian seragam
5. Biaya
6. Lain – lain

2.3 Menelaah Tingkat Pendidikan Pada Masyarakat Desa
Menurut Yohanes Mardimin , mengatakan Pendidikan mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam mempersiapkan setiap individu dalam masyarakat yaitu dengan memberikan bekal ilmu dan ketrampilan serta wawasan dan sikap . Keberhasilan pendidikan pada setiap individu antara lain tercermin pada perilaku individu dalam masyarakat . Sikap kritis dan kreatif seseorang secara langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh pengalaman selama mengikuti pendidikan baik di sekolah maupun di rumah .
Esensi penting yang hendak disoroti pada pendidikan dalam upaya peningkatan harkat dan martabat manusia serta kwalitas SDM juga cakupannya memperluas serta meningkatkan pemerataan kesempatan untuk memperoleh pendidikan .
Fenomena ini berorientasi pada pendidikan sebagai proses pembekalan SDM , baik dari segi ilmu untuk meningkatkan kapasitas atau kemampuan berpikir yang mencakup daya nalar , daya kreatif , daya inofatif dan daya simpul, dan dari segi teknologi untuk meningkatkan kapasitas berproduktif yang mencakupi daya serap atau daya aplikatif .
Tujuan pendidikan yang begitu mulia dan dianggap luhur dalam konteks pembangunan dewasa ini bertolak belakang dengan konsep pemikiran masyarakat, khususnya masyarakat Desa Utetoto yang ternyata masih terlena dan tetap berpegang teguh pada falsafa hidup lama . Bahwa wanita tidak perlu mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ketingkat yang lebih tinggi dari kaum pria . Karena kaum wanita pada dasarnya harus kembali ke dapur, menjaga anak dan lain sebagainya . Selanjutnya kehadiran anak wanita dalam keluarga manjadi sumber rejeki bagi keluarga di masa depan .
Adanya arus pembangunan yang bergerak dari berbagai sektor dalam lingkup masyarakat Desa Utetoto tentu saja akan memacu setiap upaya peningkatan kwalitas SDM yang lebih terencana , lebih taktis dan lebih terarah pada terciptanya sistim pendidikan sebagai pusat keunggulan dimana dapat diharapkan munculnya manusia-manusia pembangunan berbobotkan keunggulan – keunggulan yang dibutuhkan dan dituntut oleh hukum-hukum pembangunan dewasa ini dengan tidak menyampingkan keberadaan kaum wanita sebagai mitra kerja pria .

BAB III
DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

3.1 Keadaan Geografis
Desa Utetoto berada di wilayah Kecamatan Nangaroro , Kabupaten Nagekeo . Desa Utetoto dengan pusat desa di koekobho dan terbagi atas 4 wilayah kerja pemerintahan yaitu dusun A (Malapadhu) dusun B (Koekobho) dusun C (Kojamata) dusun D (Wodomia). Penyelenggaraan pemerintahan dilaksanakan di pusat desa yaitu di dusun B Koekhobho . Secara kseseluruhan luas desa Utetoto , 5,626 ha, 56,26 km2 dengan batas-baras wilayah sebagai berikut ; Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Wolowae , sebelah selatan berbatasan dengan kelurahan Nangaroro , sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Ende, sebelah barat berbatasan dengan Desa Bidoa .

3.2 Keadaan Topografi
Wilayh Desa Utetoto sebagian besar terdiri dari daerah perbukitan (70%) dengan derajat kemiringan tanah 70 derajat . Daerah ini merupakan lahan perkebunan dan perladangan . Sementara dataran rendahnya tidak terlalu luas (30%) yang merupakan wilayah pemukiman dan perkebunan . Keadaan iklim tergolong dalam daerah yang beriklim tropis , dengan ketingian wilayah dari permukaan air laut 220m serta curah hujan yang ada berkisar 123 mm pertahun dengan jumlah 7 bulan .

3.3 Keadaan Demografi
Keadaan penduduk Desa Utetoto berdasarkan data perkembangan penduduk tahun 2007 tercatat sebanyak 206 kepala keluarga dengan jumlah penduduk sebanyak 879 juwa, tidak terhitung yang berada di luar daerah atau di prantauan . Untuk lebih terperinci dapat dilihat pada tabel data penduduk dibawah ini .
a. Jumlah penduduk menurut umur dan jenis kelamin
Tabel 1.
Jumlah Penduduk Menurut Umur Dan Jenis Kelamin
No Kelompok umur Jenis kelamin
Jumlah
Laki-laki Perempuan
1.
2.
3.
4.
5.
6. 0-5 Tahun
6-12 Tahun
13-25 Tahun
26-35 Tahun
36-50 Tahun
51-70 Tahun 66
78
71
60
71
72 73
75
91
76
96
50 139
153
162
136
167
122
Total 418 461 879




Sumber Data : Kantor Desa Utetoto , tahun 2007
Berdasarkan tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa dari keseluruahan populasi masyarakat Desa Utetoto lebih dominasi oleh kaum perempuan dalam masyarakat yang berusia produksi .
b. Jumlah penduduk menurut agama
Bedasarkan data penduduk tahun 2007, terlihat bahwa jumlah penduduk utetoto menurut agama yakni keseluruhan penduduk masyarakat menganut agama katolik .
c. Keadaan penduduk memurut tingkat pendidikan
Tabel 2.
Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
No Tingkat Pendidikan Jumlah
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9. Belum sekolah
Usia 7-45 tahun tidak pernah sekolah
Pernah sekolah SD tapi tidak tamat
Tamat SD /Sederajat
Tamat SLTP/Sederajat
Tamat SLTA/ Sederajat
Tamat D II
Tamat D III
Tamat S I 163 orang
-
25 orang
547 orang
69 orang
56 orang
3 orang
4 orang
4 orang
Total 879 orang
Sumber data : Kantor Desa Utetoto , tahun 2007
Dengan melihat tabel di atas maka diketahui bahwa masyarakat desa Utetoto tergolong dalam kategori masyarakat yang berpendidikan rendah dan lebih lagi sebagaian besar tidak mengenyam pendidikan . Dengan demikian tingkat sumber daya manusia tergolong rendah .
d. Keadaan penduduk menurut mata pencarian
Tabel 3.
Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencarian
No Mata pencaharian Jumlah
1
2
3
4
5 Petani
Pedagang
Buruh Swasta
PNS
Wiraswasta 690 orang
-
7 orang
9 orang
-
Total 706 orang
Sumber data : Kantor desa Utetoto , tahun 2007.
Dari data yang ada terlihat bawah penduduk desa Utetoto didominasi oleh masyarakat yang bermatapencaharian sebagai petani , di samping PNS , dan buruh Swasta .


BAB IV
PENDAPATAN KELUARGA SEBAGAI MODAL
PENDIDIKAN ANAK

4.1. Pendapatan Keluarga.
4.1.1 Faktor – faktor yang mempengaruhi pendapatan
1. Faktor alam
Dalam kegiatan untuk memperoleh pendapatan dari sumber pendapatan, sangat dipengaruhi oleh keadaan alam . Seperti keadaan cuaca dan sebagainya .
2. Tenaga kerja
Tenaga kerja dipandang dari sudut ekonomi adalah tenaga kerja tidak hanya ditentukan oleh jumlahnya tetapi lebih penting adalah kualitas tenaga kerja . Hal yang harus diperhatikan adalah keuletan serta kemauan yang tinggi dalam berusaha untuk meningkatkan pandapatan keluarga .
3. Faktor budaya
Faktor ini sangat berpengaruh terhadap pendapatan keluarga , sebab setiap ritus budaya yang dijalankan selalu menelan biaya yang begitu besar sementara tata upacara dijalankan setiap tahun tanpa mengenal kondisi ekonomi keluarga , sehingga pendapatan keluarga sangat merosot.
4. Manajemen pengelolaan pendapatan
Pendapatan keluarga bila mana tidak diatur dengan baik , maka sangat berpengaruh terhadap ekonomi keluarga sebab akan menimbulkan defisit bagi pendapatan . Dengan demikian maka sebagian besar kebutuhan keluarga tidak dapat dipenuhi .
5. Faktor skill
faktor skill meliputih faktor produksi alam, tenaga kerja, dan modal dalam suatu usaha untuk menperoleh pendapatan supaya produksi langsun menurut rencana semakin baik sehingga tercapai efisiensi dan efektivitas .
4.1.2 Sumber pendapatan keluarga
Dalam buku ilmu ekonomi perusahaan tertulis bahwa kemakmuran ialah suatu keadaan dimana orang dapat memenuhi kebutuhannya , suatu imbangan antara banyaknya kebutuhan dan banyaknya persediaan alat –alat untuk memenuhi kebutuhan .
Pernyataan di atas sebetulnya memberikan gambaran kepada kita bahwa setiap manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup maka senantiasa harus berusaha untuk memperoleh penghasilan , sehingga dengan penghasilan tersebut manusia bisa memenuhi semua kebutuhan demi kesejahteraan hidupnya .
Atas pernyataan yang demikian maka akan muncul suatu pertanyaan dalam benak kita yaitu dari mana suatu keluarga memperoleh penghasilan ?
Dalam buku Ekonomi Indonesia disitu tertulis bahwa penghasilan suatu keluarga bisa bersumber pada :
1. Usaha sendiri , misalnya ; Berdagang , Mengerjakan Sawa , Menjalankan perusahaan sendiri .
2. Bekerja pada orang lain , misalnya ; bekerja di kantor atau perusahaan sebagai pegawai atau kariawan.
3. Hasil dari Milik , misalnya mempunyai sawah disewakan , punya rumah disewakan , punya uang dipinjamkan dengan bunga .
Sumber penghasilan atau pendapatan yang digambarkan di atas , maka dalam masyarakat Utetoto juga memiliki sumber pendapatan yang sangat berfariasi , hal ini diketahui pada data penduduk Utetoto tahun 2007. Untuk lebih jelas maka penulis membuat kedalam suatu tabel seperti terlihat di bawah ini .
Tabel 4.
Sumber Pendapatan Keluarga Pada Masyarakat Utetoto
Sumber Pendapatan
Petani Peternak Buruh Swasta PNS
1. Palawija
2. Komoditi
• Kemiri
• Coklat
• Kelapa
• Jambu Mete
• Vanili 1. Besar
a. Kuda
b. Kerbau
c. Sapi
2. Kecil
a. Kambing
b. Domba
c. Ayam
d. Anjing Tukang
a. Guru
b. Aparat pemerintah
Sumber data : Wawancara

Berdasarkan tabel diatas maka jelas bahwa sumber pendapatan keluarga pada masyarakat Utetoto sangat berfariasi , mulai dari petani sampai PNS itu merupakan lahan dalam memperoleh pendapatan keluarga sehingga dengan pendapatan tersebut dapat memenuhi segala kebutuhan keluarga terlebih pada pendidikan anak .

4.1.3 Besarnya Pendapatan
Dalam masyarakat Utetoto ada perbedaan yang menyolok dalam hal besarnya pendapatan . meskipun perbedaan dalam besarnya penghasilan atau pendapatan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor , namun tidak menimbulkan pertentangan diantara masyarakat sehingga setiap keluarga selalu terpacu semangat dalam berusaha dalam meningkatkan pendapatan yang lebih baik .
Sehubungan dengan besar kecilnya pendapatan keluarga pada masyarakat Utetoto maka penulis dapat memaparkan pendapatan keluarga rata – rata selama dalam jangkah waktu tertentu seperti pada tabel di bawah ini , sehingga dapat kita ketahui dan dikaji oleh penulis dalam membahas persoalan tentang pendapatan keluarga sebagai modal dalam menunjang pendidikan anak .
Tabel 5.
Data Pendapatan Rata – Rata Keluarga Responden
Pada Masyarakat Utetoto
No Nama KK Pekerjaan Pendapatan
Minggu Bulan Tahun
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28 Servasius Ria
Polikarpus Goa
Petrus Kendi
Marselinus Lasa
Moses Dhosa Dhae
Yulius Riwu
Petrus Lato
Marselinis Sema
Nikolaus Mi
Karolina Eda
Sypri Roga
Paulus Pio Digo
Marselinus Fa
Nikolaus Nay Oa
Stanislaus Gai
Seda Simon
Antonius Dera
Rafael Rege
Robert Gesu
Ferdinandus Bhade
Markus Karo
Stefanus Sede
Florianus Riso
Marselinus Hari
Agustinus Seso
Alex Lesy
Alex Sugi
Agata Wuga PNS
Petani, Peternak
Petani
Petani
Petani, Pedagang
Petani
Petani
Petani
Petani
Petani
Petani
Petani, Peternak
Petani
Petani
Petani
Petani
Petani
Petani
Petani
Petani
Petani
Petani
Petani
Petani
Petani
Petani
Petani
Petani -
900 Rb
600 Rb
700 Rb
-
450 Rb
750 Rb
375 Rb
600 Rb
450 Rb
700 Rb
850 Rb
500 Rb
450 Rb
600 Rb
500 Rb
450 Rb
700 Rb
450 Rb
600 Rb
500 Rb
500 Rb
450 Rb
600 Rb
500 Rb
450 Rb
700 Rb
375 Rb 800Rb
3.6 Jt
2.4 Jt
2.8 Jt
6 Jt
1.8 Jt
3 Jt
1.5 Jt
2.4 Jt
1.8 Jt
2.8 Jt
3.4 Jt
2 Jt
1.8 Jt
2.4 Jt
2 Jt
1.8 Jt
2.8 Jt
1.8 Jt
2.4 Jt
2 Jt
2 Jt
1.8 Jt
2.4 Jt
2 Jt
1.8 Jt
2.8 Jt
1.5 Jt 9,6 Jt
43,2 Jt
28.8 Jt
33.6 Jt
180 Jt
21.6 Jt
36 Jt
18 Jt
28.8 Jt
21.6 Jt
33.6 Jt
40.8 Jt
24 Jt
21.6 Jt
28.8 Jt
24 Jt
21.6 Jt
33.6 Jt
21.6 Jt
28.8 Jt
24 Jt
24 Jt
21.6 Jt
28.8 Jt
24 Jt
21.6 Jt
33.6 Jt
18 Jt
Sumber data : Wawancara

Dari data di atas diketahui bahwa pendapatan masyarakat Utetoto cukup tinggi . Hal ini terwujud berkat adanya pemahaman masyarakat terhadap arti pentingnya dunia usaha dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat .
Hal lain yang hendak diperhatikan dalam keberhasilan itu adalah timbulnya etos kerja yang tinggi dari masyarakat dalam menyiasati setiap program pembangunan . Aspek ini tentunya didukung oleh kemampuan berpikir kritis dan realistis di tingkat masyarakat Utetoto .
Arus informasi dan transportasi juga merupakan esensi penting yang patut dibanggakan sehingga informasi harga pasar dan pembangunan serta penjualan komoditi pertanian semakin mudah dijangkau kepasaran . Dengan demikian impian untuk meningkatkan pendapatan keluarga semakin terbuka lebar . Namun perlu diakui bahwa setiap tatanan pelaksanaan program pembangunan didominasi dan dibarengi oleh kepentingan adat dan kebiasaan masyarakat setempat .
Ritus budaya yang mendominasi dalam setiap tatanan kehidupan masyarakat menjadi kendala bagi setiap masyarakat untuk meningkatkan pendapatannya karena setiap ritus di jalankan akan menelan biaya yang sangat besar sementara tata upacara dilakukan terus setiap tahun tanpa mengenal kondisi perekonomian keluarga .
Faktor lain yang menyebabkan merosotnya perekonomian keluarga pada masyarakat Utetoto adalah sistem pengolahan usaha tani yang masih bersifat tradisional , pengaturan ekonomi rumah tangga yang tidak memperhitungkan nilai ekonomi dan kurang memanfaatkan peluang atau waktu seefektif mungkin . Pola hidup seperti ini mengisyratkan bahwa masyarakat masih menyimpan dan mewarisi nilai-nilai hidup lama.
Mengahadapi kenyataan tersebut di atas , maka arus pembangunan yang berorientasi pada upaya peningkatan pendapatan keluarga harus bertumpu pada :
1. Menumbuhkan semangat gotong-royong dan etos kerja yang tinggi sebagai modal utama dalam meningkatkan pendapatan keluarga .
2. Melestarikan , mengelola , dan memanfaatkan potensi sumber daya alam sebagai aset pembangunan untuk meningkatkan pendaptan keluarga . Sumber alam seperti bambu , rotan , dan sejenisnya untuk bisa mengembangkan industri kerajinan masyarakat dan tetap memperhatikan komoditas andalan seperti kemiri , cokelat , kelapa , vanili , dan lainnya .
3. Mengangkat kembali aset budaya masyarakat untuk menarik wisatawan , hal ini akan menambah pendapatan masyarakat .

4.2 Peningkatan pendidikan
GBHN tahun 1978 GBHN 1983 menegaskan bahwa , arah pendidikan nasional adalah meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa , kecerdasan , keterampilan mempertinggi budi pekerti , memperkuat kepribadian , dan mempertebal semangatkebangsaan agar tumbuhlah manusia pembangun yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama – sama bertanggung jawab atas pembangunan Bangsa .
Konsep di atas menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak asasi setiap orang dalam membangun dirinya dan membangun masyarakat . Dengan demikian maka masyarakat Utetoto melihat pendidikan sangat penting sebagai kebutuhan yang urgen sehingga harus dipenuhi . Atas pertimbangan yang demikian maka setiap orang tua terpacu dan bersemangat dalam menyekolahkan anak – anaknya dengan tujuan agar anaknya dapat mengembangkan bakat dan kemampuan serta kreatifitas agar mampu memanfaatkan potensi sumber daya yang ada dalam membangun kehidupan keluarga dan masyarakat kearah yang lebih baik .
Untuk mengetahui peningkatan pendidikan pada masyarakat Utetoto , maka berikut ini penulis dapat menguraikan melalui indikator – indikator sebagai berikut .
4.2.1 Jumlah Anak yang Sekolah dalam Keluarga
Kemampuan orang tua dalam menjadikan pendapatan sebagai modal pendidikan anak harus memperhatikan kuantitas anak yang ada dalam keluarga . diketahui bahwa faktor ini sangat berpengaruh terhadap kemampuan orang tua dalam membiayai anak sebab jumlah anak yang bersekolah dalam suatu keluarga biaya yang dipersiapkan sebagai modal pendidikan .
sengan demikian maka untuk mengetahui kemampuanorang tua dalam mengatur pendapatan digunakan sebagai modal pendidikan anak pada masyarakat Utetoto terlebih dahulu penulis dapat memaparkan data jumlah anak yang bersekolah dalam kelurga responden seperti pada tabel dibawah ini :
Tabel 5.
Data jumlah anak sekolah pada KK responden
No. Nama KK Jumlah Anak Yang Sekolah
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28 Servasius Ria
Polikarpus Goa
Petrus Kendi
Marselinus Lasa
Moses Dhosa Dhae
Yulius Riwu
Petrus Lato
Marselinis Sema
Nikolaus Mi
Karolina Eda
Sypri Roga
Paulus Pio Digo
Marselinus Fa
Nikolaus Nay Oa
Stanislaus Gai
Seda Simon
Antonius Dera
Rafael Rege
Robert Gesu
Ferdinandus Bhade
Markus Karo
Stefanus Sede
Florianus Riso
Marselinus Hari
Agustinus Seso
Alex Lesy
Alex Sugi
Agata Wuga 2 orang
3 orang
2 orang
2 orang
2 orang
2 orang
2 orang
3 orang
2 orang
1 orang
2 orang
1 orang
3 orang
2 orang
2 orang
2 orang
1 orang
2 orang
3 orang
2 orang
1 orang
3 orang
1 orang
2 orang
1 orang
2 orang
2 orang
1 orang
Total 45 orang
Sumber : Wawancara

Dari tabel di atas maka dapat diketahui bahwa jumlah anak sekolah dalam keluarga responden cukup rendah.
Dengan menlihat penghasilan keluarga pertahun bila dibandingkan dengan jumlah anak yang sekolah pada keluarga responden maka penulis dapat menyimpulkan bahwa orang tua sangat mampu membiayai anaknya sekolah kejenjang atau tingkat pendidikan sesuai keinginan orang tua dan anak.


4.2.2 Biaya Pendidikan
Realitas menunjukan bahwa bumi tempat manusia berpijak terus mengalami perubahan.Perubahan – perubahan ini membawa kemajuan bagi manusia dalam berbagai aspek kehidupan . Kemampuan manusia dalam membuat suatu perubahan menuju kehidupan yang lebih baik harus berfokus pada kemampuan Sumber Daya Manusia . Dengan demikian kemampuan SDM harus ditingkatkan , salah satu cara dalam meningkatkan SDM yaitu melalui pendidikan .
Atas dasar tersebut maka keinginan Orang Tua pada masyarakat Utetoto untuk menyekolahkan anak makin meningkat namun salah satu kendala bagi orang tua adalah faktor biaya , sebab biaya pendidikan dari waktu – kewaktu makin meningkat sehingga banyak Orang Tua dengan penghasilan terbatas , tidak mampu membiayai anaknya untuk bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi .
Dengan melihat fenomena ini maka penulis ingin mengkaji dan mencoba menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat Utetoto sehingga membantu mencari solusi , namun sebelumnya penulis terlebih dahulu memaparkan besarnya biaya pendidikan rata – rata yang dihimpun penulis melalui wawancara , dengan olahan data seperti pada tabel di bawah ini .

Tabel 6.
Data Biaya Rata –Rata Pendidikan
No Tingkat Pendidikan Biaya/Tahun(Rp)
1.
2.
3.
4. SD
SMP
SMA
PT 750 RB – 1,2 JT
750 RB – 1,5 JT
1 JT – 2 JT
3 JT – 5 JT
Sumber data : Wawancara

Dengan melihat tabel biaya pendidikan di atas dan kita bandingkan dengan besarnya penghasilan masyarakat Utetoto maka sangat jelas bahwa pendapatan masyarakat sangat tinggi tidak sebanding dengan biaya pendidikan . tetapi yang menjadi pertanyaan bagi kita bahwa apakah dengan penghasilan yang begitu tinggi dapat menjadikan modal dalam membiayai pendidikan anak ?
4.2.3 Kemampuan
Setelah melihat besarnya pendapatan keluarga rata – rata dan biaya pendidikan rata – rata di atas maka penulis dapat mengatakan bahwa pendapatan masyarakat cukup tinggi sehingga kemampuan orang tua bisa menjadikan pendapatan itu sebagai modal dalam pendidikan anaknya kejenjang pendidikan yang dikehendaki , tetapi dilain pihak ada pula kemampuan orang tua terbatas dalam membiayai pendidikan anak .
Sejalan dengan fakta real yang didapat penulis bahwa ada orang tua yang tidak dapat membiayai pendidikan anaknya kejenjang yang lebih tinggi disebabkan pendapatan keluarga masih kurang atau sangat minim .
Dari pernyataan tersebut maka penulis melihat bahwa sebetulnya bukan pendapatan keluarga masi kurang tetapi pengaturan pendapatan dan pengeluaran yang masih kurang sempurna sehingga hubungan pengeluaran dan pendapatan tidak seimbang sehingga menimbulkan defisit bagi pendapatan .
Fenomena lain yang didapat adalah pandangan segelintir masyarakat bahwa pendidikan hanya boleh diraih oleh kaum pria , sementara kaum wanita dianggap sebagai pekerja dapur dan mengasuh anak serta pemasok rejeki . Hal lain yang perlu diperhatikan adalah sikap tanggap terhadap peserta didik yang tidak serius dalam mengenyam pendidikan sehingga banyak yang droup out .
Sehubungan dengan itu , maka prioritas pembangunan sektor pendidikan masyarakat desa Utetoto harus memperhatikan hal- hal sebagai berikut :
1 Pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia tidak hanya pada kaum pria saja tetapi juga kaum perempuan harus mendapatkan pendidikan yang setara dengan kaum pria , sehingga akan terjawab bahwa salah satu hak asasi manusia adalah hak untuk mendapatkan pendidikan.
2 Pendidikan yang bertumpuh pada prinsip long life education menjadi dasar pijak bagi setiap keluarga dalam masyarakat desa Utetoto untuk memberi pendidikan dan keberhasilan kepada anak dalam memilih jenis dan jenjang pendidikan mana yang disanggupinya .
3 Pendidikan sebagai proses pembebasan akan menghantar masyarakat untuk lebih kritis , kreatif , inovatif dan realistis dalam menanggapi dan melaksanakan setiap program pembangunan .

4.3 Pendapatan Keluarga Sebagai Modal Pendidikan Anak
Pada masyarakat Utetoto memiliki sumber penghasilan sangat berfariasi seperti Petani ( Palawija , Komoditi ) , Peternak, Buruh Swasta , dan PNS . Dengan melihat sumber penghasilan yang sangat berfariasi ini maka besarnya pendapatanpun sangat berbeda – beda dan biaya hiduppun berbeda pula sesuai kebutuhan hidup masing – masing .
Potensi sumber daya alam desa Utetoto sangat mendukung dalam meningkatkan pendapatan atau penghailan keluarga atau masyarakat , namun keadaan seperti ini tidak mendukung dengan potensi SDM pada daerah tersebut , dengan demikian menjadi persoalan adalah potensi SDA belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat , untuk dimanfaatkan demi kesehjareraan hidup keluarga dan masyarakat .
Berdasarkan data pada bab sebelumnya dilihat bahawa penghasilan keluarga pada masyarakat Utetoto sangat tinggi sehingga dengan pendapatan tersebut dapat dijadikan modal dalam meningkatkan SDM yaitu melalui pendidikan , namun kendalahnya bahwa penghasilan atau pendapatan dan SDA belum dikelolah secara baik . Dengan demikian maka penulis dapat mengatakan bahwa pokok persoalan adalah bagaimana mengatur dan mengelolah pendapatan dan SDA sedemikian rupa sehingga kebutuhan hidup keluarga dapat semuanya terpenuhi dengan penghasilan yang ada atau tersedia .
Untuk menjawabi persoalan di atas maka penulis dapat memberikan solusi seperti di bawah ini agar pengaturan pendapatan dan pemanfaatan potensi sumber daya secara efektif dan efisien . Dengan demikian dalam mengatur ekonomi keluarga maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya :
1. Mencatat Semua Pengeluaran
Langkah pertama untuk mengatur keuangan adalah membuat catatan – catatan tentang semua pengeluaran dan penerimaan uang . Untuk itu tidak perlu suatu pembukuan yang berbelit-belit dan serba lengkap . Cukup sebuah tulis atau catatan biasa asal pengeluaran dan penerimaan di catatat dengan tanggal , keterangan dan jumlah .
2. Menyusun anggaran belanja keluarga
Anggaran belanja adalah sebuah rencana yang disusun mencocokan pendapatan dan pengeluaran untuk jangka waktu tertentu . Dengan demikian maka anggaran belanja keluarga sebuah rencana yang cukup terperinci mengenai pengeluaran uang penghasilan yang disesuaikan dengan kebutuhan rumah tangga untuk suatu jangka waktu tertentu .
3. Mengusahakan tambahan penghasilan dengan memanfaatkan potensi yang ada .
Pemecahan masalah ekonomi rumah tangga hanya dengan menhemat biaya dan pengunaan secara efisien dari sumber - sumber yang ada juga unsur produktifnya , unsur usaha sehingga ada kemuingkinan seperti :
a. Mencari pekerjaan sambilan misalnya, seorang dengan pekerjaan pokok petani tetapi di lain pihak dia bisa beternak sehingga bisa menambah penghasilan .
b. Memanfaatkan seefisien mungkin potensi yang ada . Misalnya , pekarangan dimanfaatkan untuk tanaman sayuran, membuat kerajinan rumah tangga seperti inke , menganyam tikar , dan sebagainya .
Disini yang penting adalah kemauan , usaha , dan keuletan tidak menyerah pada nasib melainkan mau bekerja untuk membangun masa depan yang baik .
4. Menabung
Penghasilan keluarga tidak selamanya dibelanjakan seluruhnya untuk kebutuhan keluarga , tetapi dengan sisa penghasilan itu maka alangkah baiknya ditabungkan saja sehingga tabungan itu bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan dimasa yang akan datang atau kebutuhan yang mendesak .
5. Menguranggi angka kelahiran anak pada keluarga
Salah satu cara yang lebih baik dalam mengatur kehidupan keluarga adalah dengan mengatur angka kelahiran anak , sebab bila dilihat bahwa fakta riil telah menunjukan bahwa memiliki banyak anak maka akan mempengaruhi pemenuhan kebutuhan dalam keluarga .
6. Memperluas lahan pekerjaan
Dengan meningkatkan pendapatan keluarga maka salah satu cara yang ditempuh yaitu dengan memperluas lahan pekerjaan .
Misalnya , para petani dalam meningkatkan penghasilan maka dia harus membuka dan memperluas lahan pertaniaannya sehingga bisa mendapatkan penghasilan yang lebih baik atau yang diinginkan .
Dengan berpijak dari solusi di atas maka penulis percaya dan yakin bahwa penghasilan atau pendapatan keluarga akan meningkat sehingga penghasilan tersebut akan menjadi modal yang berharga dalam meningkatkan sumber daya manusia menuju kesejahteraan keluarga .
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Pokok pikiran yang telah diuraikan di depan merupakan gambaran umum keadaan pendapatan keluarga terhadap peningkatan pendidikan anak di desa Utetoto . Kondisi yang diperoleh berdasarkan hasil penelitian tersebut akan disimpulkan sebagai berikut :
1. Pedepatan keluarga dalam masyarakat desa Utetoto pada umumnya bersumber dari tanaman pangan, tanaman komodoti , hasil ternak , kerajinan tangan dan sumber pendapatan lain . Adanya pemahaman dan kesadaran masyarakat yang tinggi dalam menanggapi dan melaksanakan setiap arus pembangunan yang diprogramkan . Hal ini juga didukung oleh ketersediaan Sumber Daya Alam yang cukup potensial .
2. Pendapatan masyarakat yang bervariasi tersebut di atas akan mempengaruhi kemampuan dan kemauan orang tua untuk membiayai pendidikan anak – anak mereka kejenjang pendidikan formal yang lebih tinggi . Aspek ini tentuhnya didasari oleh terpenuhnya kebutuhan keluarga selama satu tahun . Hal lain yang hendak diperhatikan yaitu adanya sistem pengelolahan ekonomi keluarga yang teratur dan efisien .
Dari kenyataan yang dipaparkan di atas tentunya juga didukung kemauan , kemampuan dan kesadaran anak itu sendiri dalam mengikuti proses pendidikan .

5.2 Saran – saran
Bertolak dari aspek yang mempengaruh keadaan pendapatan keluarga terhadap peningkatan pendidikan di desa Utetoto dalam uraian sebeluamnya , berikut ini penulis mencoba memberikan beberapsa saran konstruktif kepada pemerintah dan masyaraka , diantaranya :
1. Pemerintah Desa
a. Pemerintah Desa lebih memperdayakan masyrakat dalam bentuk konstribusi pemikiran yang konstruktif dan inovatif serta pendekatan karya nyta yang bersifat energik dan produktif agar masyarakat mau menerimanya .
b. Member kesempatan kepada masyarakat untuk mengembangkan usaha-usaha mereka dalam upaya peningkatan pendapatannya dan mendukung program peningkatan sumber daya manusia melalui jalur pendidikan formal .
c. Memberi pemahaman dan pengawasan kepada masyarakat dalam mengambangkan usaha-usaha peningkatan pendapatan melalui kerajinan tangan dengan memanfaatkan potensi yang ada .
2. Masyarakat
a. Masyarakat lebih berpikir kritis , ekonomis dan bersikap kreatif dalam menghadapi arus pembangunan yang diprogramkan .
b. Mengurangi dan menyederhanakan pembiayaan upacara adat atau ritus budaya yang menelan dana begitu besar untuk selanjutnya berorientasi pada sektor pendidikan .
c. Diharapkan kepada generasi muda agar bisa sadar dan mempunyai kemauan tinggi dalam memperoleh pendidikan sehingga membentuk dan mengelolah kemampuan serta kreatif dalam memanfaatkan potensi yang ada .
d. Dalam meningkatkan pendapatan maka para petani dapat memperluas lahan pertanian dan juga diharapkan masyarakat bisa mengatur dan memanfaatkan hasil pendapatan dengan ekonomis sehingga segala kebutuhan dapat terpenuhi serta selalu bersikap hidup hemat . Seperti orang bijak katakan , hemat pangkal kaya,rajin pangkal pandai .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar